Website Resmi MTsN 1 Musi Banyuasin Opini Menjadi Guru/Tenaga Pendidik Yang Di Rindu

Menjadi Guru/Tenaga Pendidik Yang Di Rindu

Oleh : Muhammad Yamin, S.Pd., M.Pd. (Kepala MTs N 1 Musi Banyuasin)

Manusia merupakan makhluk sosial yang dapat memberi pengaruh positif kepada orang lain dengan karakternya. Sebagai contoh adalah pengaruh guru/tenaga pendidik terhadap siswa /peserta didik. Oleh karena itu, sebagai pendidik dalam mempengaruhi peserta didik di lingkungan pendidikan, harus memiliki seni yang positif terutama pada saat mengajar dan mendidik.

Seorang guru/tenaga pendidik di era Merdeka Belajar sekarang ini, harus bisa menjadi sosok pendidik yang dirindukan siswanya (peserta didik). Seorang guru yang dirindukan adalah guru/tenaga pendidik yang selalu memberikan hal-hal positif yang berkaitan dengan pembentukan karakter, selain materi pelajaran yang antusias dan menyenangkan yang diterima siswa/peserta didik atau bahkan sosok guru/tenaga pendidik yang menjadi model dalam pembelajaran, yang dijadikan panutan baik dari sikap maupun tutur kata yang baik. Oleh karena itu, kita sebagai manusia dalam hal ini guru/tenaga pendidik harus bermanfaat bagi manusia lain (siswa atau peserta didik). Seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (H.R. Bukhari).

Guru/tenaga pendidik memiliki profesi yang mulia yang berada diposisi terdepan, karena memegang peran penting dalam melahirkan generasi masa depan. Seorang guru/tenaga pendidik juga harus memiliki profesionalitas, kalau tidak profesional, maka sosok guru/tenaga pendidik akan terancam tidak mampu untuk mencapai tujuan yang mulia dalam menciptakan perubahan masa depan. Guru/tenaga pendidik profesional adalah yang memiliki suatu kompetensi. Pembentukan masa depan siswa/peserta didik dengan kompetensi dan karakter adalah hasil dari didikan masa sekarang. Oleh karena itu, seorang guru/tenaga pendidik dituntut memiliki kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Kemudian menyatu juga dalam jiwa seorang guru/tenaga pendidik, kompetensi moral, global, dan renaisans. Dengan kompetensi-kompetensi tersebut, proses pembelajaran akan berlangsung menyenangkan, berkualitas, dan mempunyai nilai efektivitas tinggi dalam memunculkan semangat belajar peserta didik, menanamkan cita-cita tinggi, konsisten, dan berkomitmen dalam meraihnya.

Selain kompetensi tersebut, seorang guru/tenaga pendidik harus bisa menjadi pendidik yang dirindukan siswanya (peserta didik), yaitu berawal dari proses pembelajaran yang diciptakan secara kontekstual dengan lingkungan dan dunia nyata menjadi sarana pembelajaran untuk memaksimalkan potensi dalam diri siswa/peserta didik. Hindari mengucapkan kata-kata yang kurang baik atau melukai hati siswa/peserta didik, memberi bimbingan dan nasihat jangan terlalu berlebihan, jangan pernah berbohong, seringlah memberi pujian atas kebaikan yang dilakukan siswa/peserta didik, ada cara tersendiri dalam membangun karakter dan akhlak mulia kepada siswa/peserta didik, guru/tenaga pendidik juga harus memiliki sifat tenang dan berwibawa, mengerti terhadap keadaan siswa/peserta didik, sangat aktif dalam mentransfer ilmu, mendidik dengan mandiri, selalu menanamkan sifat jujur dan disiplin.

Rindunya siswa/peserta didik terhadap sosok seorang guru/tenaga pendidik dalam pembelajaran di era Merdeka belajar saat ini, adalah karena guru/tenaga pendidik dapat menguasai materi pelajaran dengan baik, sehingga akan maksimal dalam membantu siswa/peserta didik menguasai materi pelajaran. Selanjutnya siswa/peserta didik dituntut belajar bukan hanya bersumber dari guru/tenaga pendidik semata, tetapi bisa belajar dari berbagai sumber lain yang tersedia seperti buku, internet, dan lain sebagainya yang relevan.

Proses pembelajaran tidak hanya di dalam kelas saja, tetapi bisa juga dilakukan di luar kelas dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber atau sarana belajar, karena guru/tenaga pendidik harus mampu menciptakan pembelajaran secara kontekstual, bukan lingkungan saja tetapi bisa juga dunia nyata menjadi sumber dan sarana pembelajaran, sehingga menjadikan siswa/peserta didik termotivasi untuk belajar.

Selanjutnya yang dirindukan siswa/peserta didik terhadap sosok seorang guru/tenaga pendidik adalah dalam proses pembelajaran, memberikan hukuman, menegur dan mendidik selalu dilakukan dengan hati, dengan rasa kasih sayang, rasa cinta, tulus dan menganggap siswa/peserta didik tersebut seperti anak sendiri serta bukan memiliki sifat dendam.

Kemudian guru/tenaga pendidik yang selalu akan dirindukan siswa/peserta didik adalah guru/tenaga pendidik selalu menumbuhkan karakter yang religi terhadap peserta didik. Guru /tenaga pendidik memberikan contoh dan menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab dalam belajar dan ramah serta tersenyum. Dengan ramah dan tersenyum, maka sosok guru/tenaga pendidik memiliki kesan terbuka terhadap siswanya (peserta didik), lalu siswa/peserta didik merasa terbantu dalam menyelesaikan kesulitan belajar dan juga merasa nyaman, serta terlindungi oleh sosok seorang gurunya (tenaga pendidik).

Guru/tenaga pendidik harus memahami dan mempelajari karakter siswanya (peserta didik) dalam belajar, karena setiap siswa/peserta didik memiliki karakter yang berbeda antara siswa satu dengan siswa lain. Dengan demikian dalam proses pembelajaran, seorang guru/tenaga pendidik mampu dalam menerapkan model-model belajar yang dibutuhkan siswa/peserta didik. Dengan memahami karakter siswa/peserta didik, sosok seorang guru/tenaga pendidik juga harus memberikan kepercayaan kepada siswanya, sehingga dalam belajar siswa/peserta didik tersebut dalam memecahkan masalah selalu berpikir dan berkreasi.

Demikian tulisan ini dicurahkan sebagai bentuk dari refleksi Hari Guru Nasional (HGN) pada 25 November 2023. Penulis menyadari bahwa kita sebagai guru/tenaga pendidik bukanlah seorang guru/tenaga pendidik yang hebat dalam melaksanakan pembelajaran, kita juga harus menyadari bahwa kita masih banyak kekurangan dalam mengajar dan mendidik peserta didik, tetapi kita juga harus berkomitmen untuk terus berusaha menjadi guru/tenaga pendidik yang hebat dan baik di masa yang akan datang, sehingga mampu mencetak generasi masa depan dengan kompetensi dan karakter yang diharapkan oleh bangsa dan negara. 

“Jadilah seorang guru/tenaga pendidik yang menjadi figur inspiratif dan memberikan motivasi bagi keberhasilan siswa/peserta didik”.

“Jadilah seorang guru/tenaga pendidik yang dicintai siswa/peserta didik karena ada, yang dirindukan siswa/peserta didik ketika tidak ada dan dikenang siswa/peserta didik ketika tiada”

Mohon maaf jika rangkaian kata membentuk kalimat demi kalimat dalam tulisan ini kurang berkenan. Salam hangat selalu, ”SELAMAT HARI GURU NASIONAL 2023-GURU PEMBELAJAR BAHAGIA MENGAJAR”.

5 Likes

Author: admin24